Free Check up Campaign

Sehubungan dengan akan diadakannya Free Check up Campaign yang akan dilakukan di Surabaya.

Untuk itu kami mengundang para Pulsar Rider Surabaya dan Medan untuk mendaftarkan kendaraannya di Dealer Bajaj Sungkono, Kertajaya, Sidoarjo ,Gresik dan Dealer Medan untuk dilakukan pemeriksaan dan Oli gratis serta paket *diskon spare part (*Khusus untuk Medan).

Program ini berlaku untuk Pulsar 180cc dengan kilometer lebih dari 10.000 kilometer dari tanggal 1 sampai dengan 15 Agustus 2008 Senin sampai Sabtu dengan membawa buku servis.

Ayo buruan daftar!!!

Bajaj Auto meresmikan pabrik di Uttarakhand

 

Pabrik Greenfield akan menambah kapasitas sebesar 1 juta sepeda motor; Dimulainya produksi Platina.

Bajaj Auto Limited hari ini meresmikan Pabrik Greenfield mereka dengan kapasitas yang direncanakan sebanyak 1 juta sepeda motor per tahun di Pantnagar, Uttarakhand. Dibangun pada area seluas 65 hektar dengan 155 hektar lainnya disediakan untuk kompleks vendor, pabrik di Pantnagar tersebut akan menjadi pabrik Bajaj Auto keempat dan pabrik pertama di luar Maharashtra. Area untuk pabrik disediakan seluas 40,000 meter persegi dan akan mempekerjakan 600 insinyur yang telah dilatih di Chakan selama 3 bulan.

Dalam terobosan kemitraaan antara pabrik perakit dengan vendor, Pabrik Bajaj Auto di Pantnagar akan didukung dengan fasilitas perakitan dari 16 vendor komponen yang lokasinya berdekatan. Sebagian dari area yang disediakan bagi Bajaj telah dimanfaatkan oleh para vendor untuk menyiapkan fasilitas khusus untuk memastikan integrasi yang lancar dengan pabrik utama yang berakibat pada efisiensi perakitan yang fenomenal.

Para penyalur tersebut akan memenuhi 75% dari kebutuhan komponen pabrik baru itu. Mereka akan beroperasi sebagai perpanjangan dari pabrik inti Bajaj Auto. Sistem dan proses yang telah dirancang akan membuat unit ini “ramping” dalam artian efisiensi perakitan. Semua materi dari toko dan penyalur akan termasuk dalam e-Kanban. Pabrik Pantnagar adalah fasilitas perakitan terfokus yang lengkap, dan walaupun biaya unit produksinya paling rendah namun dapat memenuhi standar kualitas global dunia. Konsep perakitan baru ini diharapkan dapat menghasilkan produktivitas lebih dari 10 kali dibandingkan dengan pabrik sepeda motor roda dua lainnya.

Kemitraan ini akan termasuk perakitan dan penyediaan materi komponen utama termasuk speedometer dari Pricol, garpu dan suspensi depan dari Endurance, lampu dari Lumax, komponen plastik dan listrik dari Varroc, tombol kendali dan sistem pengapian dari grup Minda dan rangka dari JBM, semuanya berada dalam lingkungan pabrik baru Bajaj Auto.

Rekor baru telah dicatat dalam hal penanaman modal yang diperlukan untuk membangun sebuah pabrik dengan kapasitas produksi 1 juta sepeda motor per tahun. Bajaj Auto telah secara langsung menginvestasikan Rs. 1.5 milyar dalam unit perakitan baru ini dengan biaya investasi hanya sebesar Rs. 1,500/sepeda motor, sebuah pencapaian yang mungkin tidak dapat disamai dimanapun juga. Hal ini akan memungkinkan salah satu periode pengembalian modal tercepat untuk pabrik apapun secara global.

Pabrik baru ini dibangun di atas 30 hektar dari 65 hektar yang telah disiapkan oleh perusahaan, dan mempunyai kapasitas produksi sebanyak 1 juta unit, yang dapat ditingkatkan secara progresif hingga 3 juta sepeda motor.

Pabrik ini akan secara lengkap independen dari tiga pabrik perakitan lain yang dimiliki perusahaan. Pabrik Pantnagar ini juga akan menjadi pembuktian dalam konsep perakitan terfokus baru, yang di masa mendatang akan diterapkan juga pada pasar internasional.

Tn. Rahul Bajaj, Chairman, Bajaj Auto yang meresmikan pabrik ini mengatakan, “Kami ingin memuji daerah bagian Uttarakhand atas iklim investasi mereka yang sempurna. Ini merupakan usaha perakitan kami pertama di luar Maharashtra, dengan proses dan teknologi perakitan yang terbaik. Saya bangga meresmikan pabrik baru ini yang membuat pencapaian baru dalam perakitan otomotif.”

Pelanggan Bajaj sekarang juga dapat menikmati keuntungan pajak (Excise and Income tax) dari Pabrik Pantnagar, yang digabungkan dengan efisiensi produksi yang hebat membuat perusahaan dapat secara agresif memberikan harga baru untuk Platina. Bajaj Platina sekarang tersedia dengan harga Rs. 33,000/ ex-showroom dibandingkan dengan harga sebelumnya yang sebesar Rs. 36,000.

Kata Tn. S Sridhar, VP (Marketing & Sales), Bajaj Auto, “Standar baru dalam efisiensi perakitan bersama dengan insentif atas investasi baru di Uttarkhand telah membuat Bajaj Auto mampu mengurangi biaya produksi dan menawarkan nilai lebih baik lagi kepada pelanggannya. Bajaj Platina, yang telah terjual sebanyak 700,000 unit, setelah peluncurannya pada April 2006, akan menjadi produk pertama hasil produksi di pabrik Pantnagar baru. Kapasitas tambahan ini akan membuat kami memenuhi permintaan untuk Platina.”

Tn. S Sridhar juga menambahkan, “Lebih dari 50 persen dari penjualan kendaraan roda dua dalam negeri kami berasal dari daerah utara dan timur. Pabrik Pantnagar kami akan membuat kami dapat lebih cepat memenuhi kebutuhan para pelanggan di daerah tersebut.”

Bajaj Platina menawarkan paket yang fenomenal bagi pengguna kendaraan roda dua, dengan konsumsi bahan bakar 108 km per liter dan garansi 4 tahun, terlepas dari fitur hebat lainnya termasuk suspensi SNS yang superior, premium Chrome Graphics dan Alloy Wheels.

Bedah Teknologi Bajaj Pulsar 180CC – Exhaust Tech Rahasia nggak Mbrebet

Nerima telpon saat berkendara atau sekedar menghisap rokok yang biasa dilakukan tangan kiri, emang hal yang biasa untuk kalangan pengedara motor. Kadang membuat pengendara tak pedulikan peranan fungsional tuas kopling, kan tuas di kiri sedang tangan kiri tadi pegang telpon atau rokok.

Dengan begitu, saat kecepatan motor dan putaran mesin turun. Posisi gigi jadi tak seimbang dengan kecepatan motor. Artinya posisi gigi porsneling masuk 4 dan kecepatan tutun menunjuk 10km/jam. Dalam kondisi seperti ini, acap nimbulkan detonasi dan suara asing dan caller, khususnya motor laki atau sport.

Itu sama halnya dengan saat melakukan pengereman mendadak pas bereda di top speed. Pengendara mesti menurunkan gigi porsneling higga gigi 1. Kalau tidak dan tetap membiarkan posisi porsneling, bukaan gas yang tak seimbang dengan posisi gigi porsneling, asap membuat mesin motor mati.

Dari fenomena inim produk Bajaj Pulsar menambahkan fitur tambahan yakni Exhaust Tech (ET). Berupa box dan pipa terusan dari leher knalpot. ET ini berfungsi mempertahan kan torsi motor agar tetap stabil, di saat mesin motor mengalamami perbadingan yang tar wajar antara putaran mesin dan posisi gigi porsneling.

“Dengan ET, tenaga jadi bisa dipertahankan memiliki torsi meski berada di rpm rendah, ” terang Kukuhlid Hertiko area service manager Bajaj di kawasan HR. Muhamad, Surabaya.

Mekanismenya, saat di atas 3000 rpm – 4000 rpm gas buang sebagian tersuplai ke box ET. Tapi kalau di atas 4000 rpm, gas buang langsung terbuang ke catalytic converter terus ke sekat sarangan, dan menuju udara bebas.

“Sebaliknya, saat di putaran rendah di 100 rpm, terjadi perbedaan tekanan dalam knalpot. Tekanan gas buang yang keluar dan exhaust menifold lebih rendah, dibanding tekanan gas buang yang keluar dari box ET.

Dengan begitu gas buang yang keluar dari mesin, akan terhandang dan kembali lagi ke lubang buang pada silinder head. Dan sebagian tertahan di leher knalpot. Sedang gas buang yang sempat ngendon di box ET, langsung keluar menuju catalytic converter dan sekat serangan, ” beber Kukuh.

Selalu terjaganya torsi mesin, tenaga mesin dikail kian besar meski di rpm rendah. Dan tenaga mesin masih mampu mentransfer putaran as kruk, pinion shaft dan counter shaft pada perbandigan porsneling berat, macem sdi gigi 3,4 atau 5.

Kukuh juga menambahkan, selain imbas ET, hal itu juga berkat pemakaian teknologi TRICS, yaitu Throttle Response Ignition Control System. Jadi bukan derajat throttle (model butterfly) pada karbu dilengkapi magnetic sensor. Dari sensor itu, sinyal dikirim ke perangkat pengapaian untuk mengalur Na-Voor timing pengapaian sesuai dengan bukaan throttle.

Kunjungan PRESDIR PT Bajaj Auto Indonesia (BAI)

Kedatangan K.S Grihapathy PresDir PT Bajaj Auto Indonesia bersama rombongan ke markas OTO PLUS hari Rabu, 21 Maret lalu menjadi kebangaan tersendiri bagi awak redaksi. Karena itu OP ingin menyambut kedatangan mereka dengan cara unik, OP Style!

Diawali dengan mengontak Eric Caprin sehari sebelumnya. OP ingin memastikan dia bisa merampungkan modifikasi Bajaj Pulsar 180 DTS-i 2007 milik Erry Nurrachan tepat waktu. “Beres Bro,” tandas modifikator kondang Surabaya ini.

Keesokan harinya, sekitar jam 9.30, motor langsung dibawa ke aula Gedung Kompas Gramedia lantai 6 menggunakan lift. Setelah itu ditutup rapat menggunakan cover.

Jam 10.30, Madalene Utari Hardjono, Direktur Filament selaku PR Consulant PT BAI didampingi Julia Armanda tiba lebih dulu untuk menyampaikan tujuan kunjungan rombongan Bajaj tersebut. Kunjungan mereka nanti dimaksudkan untuk saling mengenal antara PT BAI dan OTO PLUS, terang Utari.

Pada kesempatan itu, OP juga menyampaikan telah menyiapkan kejutan spesial untuk Mr Grihapathy. “Tapi keep it secret ya”, pesan OP.

Akhirnya jam 11.00 rombongan Bajaj tiba ke kantor redaksi Jl Raya Jemursari no. 64, Surabaya. Mr Grihapathy didampingi Apong Arfiansyah, Brand Manager dan Hardi Kusnadi, Area Sales Manager dengan hangat menyapa kru OP.

Mr Grihapathy sempat terkejut ketika OP balik menyapa dengan sapaan khas India. “Namaste (halo, Red)”, sapa OP.

Paling mengesankan ketika Mr Grihapathy membuka cover motor. “Kami ingin memberi surprise kepada Anda”, ujar OP.

Dan benar saja Mr Grihapathy sangat terkejut dan terkesima memandangi Pulsar yang telah dimodifikasi tersebut. “Its vey good…Very sexy…”, ucapnya terkagum-kagum.

Dengan cara ini, termasuk berdiskusi dengan kru OP serta modifikator dan pemilik Bajaj Pulsar, Mr Grihapathy mengaku sudah OP dengan baik.

“Kami balik mengundang Anda untuk mengujungi pabrik perakitan Bajaj di Jakarta pertengahan April mendatang, ” janji Mr Grihapathy, “Dan kami ganti akan siapkan surprise untuk OP”, bisik Armanda kemudian.

Wow Surprise!!!

Awalnya Erry Nurrachman sempat bimbang. “Saya bingung antara memilih Honda, New Tiger dengan Bajaj Pulsar,” buka Erry. Butuh pertimbangan selama seminggu sampai akhirnya pilihan jatuh pada motor buatan India ini. Alasannya, “Dengan banderol Rp 16,5 juta, saya rasa fitur yang ditawarkan Pulsar lebih oke dibanding New Tiger, ” tegas warga Puri Kalijudan ini.

Walau tampilan standar sudah dijamin bikin orang menengok, bapak 3 anak ini tidak puas kalau belum memmodifikasinya. Browsing lewat internet langsung dilakoni guna mengincar seperti selongsong cover jok belakang, air scoop dan tank shroud. Komponen-komponen itu dibuat Eric memakai bahan fiberglass.Pulsar pertama yang dimodifikasi langsung OP pamerin ke K.S. Grihapathy, President Director Bajaj Auto Indonesia yang berkunjung ke kantor redaksi OP Rabu lalu (21/3). Dan Grihapathy pun berkata. “Very Good!” model acuan.

Acuan pun jatuh pada wujud Ducati Monster SR. Tapi bukan lantas motor dirombak habis meniru SR. Sebab, “Erry tetap ingin mempertahankan kenyamanan suspensi dan kehandalan mesin Pulsar,” tukas Eric Caprin selaku modifikator. Sentuhan modifikasi yang diterapkan sebatas memasang body kit.